UANG DI SAKU TUHAN
UANG DI SAKU TUHAN (catatan kecewa atas Pemda Manggarai Barat) 04 Juli 2020 Padi-padi mungil di persawahan Lembor mulai bermekaran. Para petani kembali bergumul di pematang sawah dan selokan tiap hari. Anak-anak kembali menemukan jati dirinya saat bermain lumpur di petak-petak sawah. Kalau saja waktu itu covid-19 dan teman akrabnya (media) tidak pernah ada, mungkin banyak petani Lembor tidak setengah hati menanam padi. Benar bahwa covid-19 ialah sebuah sandiwara tersukses yang pernah saya tonton. Data dan argumen ilmiah nahas menjadi informasi sampah berserakan. Tak ada nilai tambah. Tak ada refleksitas. Yang ada malah hutang. Mau pinjam uang, pemilik uang bilang" tunggu selesai corona. Mau bayar hutang, istri bilang: minyak goreng dan minyak tanah sudah hampir habis. Sandiwaranya terletak di situ; tarik ulur pinjam uang dan bayar hutang dengan alasan corona. Beberapa waktu lalu, selepas mengairi sawah, saya bertemu dengan seorang mahasiswa legend di tanah Jawa sana. K...